---
“Krisis Kertas” Tahun 1960-an: Alarm Bersejarah
Pada masa itu, pasar saham sedang booming, tetapi semuanya berjalan kacau: saham masih diperdagangkan dalam bentuk sertifikat fisik, dan tumpukan kertas yang tak terhitung membuat transaksi menjadi mimpi buruk. Kurangnya standar, proses manual, dan makelar yang kewalahan hampir menyebabkan keruntuhan pada 1968 – sampai akhirnya Depository Trust Company (DTC) mengentralisasi semuanya dan menyelamatkan pasar.
Delanoue mengatakan: "Blockchain bisa menjadi solusi – tetapi jika kita tidak berhati-hati sekarang, kita akan mengulangi kesalahan yang sama." Sebab, jika setiap orang menggunakan blockchain sendiri-sendiri, sistem ini akan berubah menjadi kain tambal sulam.
---
Fragmentasi dan Standar: Mengapa Sulit Berjalan
Tanpa aturan yang jelas, semuanya jadi kacau:
- Setiap blockchain berbeda: Saham yang ditokenisasi di Ethereum tidak bisa langsung dijual di Solana – ini menghambat likuiditas dan mendongkrak biaya.
- Aturan yang tidak konsisten: Amerika Serik
at memiliki regulasi SEC yang ketat, Uni Eropa menerapkan MiFID II – tetapi di negara-negara dengan hukum yang longgar? Situasi bisa menjadi sangat berisiko.
- Siapa yang bertanggung jawab? Smart contract memang hebat – tapi siapa yang akan memperbaiki kerugian jika terjadi peretasan atau kesalahan yang mengakibatkan jutaan dolar hilang? Di sini, tanggung jawab yang jelas masih kurang.
---
Bagaimana Industri Bisa Berubah
Masih ada harapan! Para ahli sedang mengembangkan solusi:
1. Standar bersama: Kelompok seperti Tokenized Asset Working Group berusaha menyatukan aturan – agar berbagai blockchain akhirnya bisa saling bekerja sama.
2. Kepastian regulasi: Uni Eropa berpotensi menjadi contoh dengan regulasi MiCA dan memberikan lebih banyak keamanan secara global.
3. Model hibrida: Beberapa perusahaan menggabungkan blockchain dengan lembaga kliring klasik – seperti DTC. Dengan begitu, kepercayaan tetap terjaga, tetapi teknologi mempercepat segalanya.
---
Kesimpulan: Peluang atau Kekacauan?
Saham yang ditokenisasi berpotensi merevolusi perdagangan – lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah diakses oleh banyak orang. Namun, hanya jika kita belajar dari sejarah. Jika tidak, ini akan berakhir dengan kekacauan yang sama seperti tumpukan kertas dulu.
Pesan yang jelas: sekaranglah waktunya untuk menetapkan standar dan bekerja sama. Kalau tidak, revolusi blockchain bisa berubah menjadi kekacauan finansial baru. Dan itu tentu bukan yang kita inginkan, kan?
📰 Baca juga
→ Sui Menuju Ketinggian: Apakah Kripto Ini Bisa Terus Naik setelah Lonjakan Aktivitas 250%?→ AVAX Mengalami Kenaikan selama Empat Hari Berturut-turut – Tiga Faktor yang Bisa Menuntunnya Melampaui Angka $9→ Grayscale Berencana Meluncurkan ETF Zcash dengan Biaya Tinggi dan Pengaruh Kuat dari DCG