← Backregulation

Singapura Pertimbangkan Aturan Stablecoin: Membuka Pintu untuk Emisi Asing

Team Coinnachrichten··📖 4 min read·SingapuraAturan Stablecoinemisi asingMASregulasi kriptostabilitas keuanganstablecoin
Singapura Pertimbangkan Aturan Stablecoin: Membuka Pintu untuk Emisi Asing
Singapura – kota metropolitan yang memadukan tradisi dan inovasi layaknya mitra bisnis tua yang akhirnya sepakat pada strategi bersama – kini tengah mempertimbangkan langkah cerdas lain dalam ranah keuangan. Otoritas Moneter Singapura (MAS), penjaga stabilitas keuangan yang ketat namun kreatif, dikabarkan tengah mengevaluasi apakah aturan mengenai stablecoin perlu dilonggarkan. Saat ini, hanya stablecoin yang diterbitkan oleh perusahaan lokal Singapura yang diizinkan beredar di sana. Namun, diskusi tengah berlangsung apakah stablecoin asing – tentunya dengan syarat ketat – juga bisa ikut serta.
Ini bukan perkara kecil. Selama beberapa tahun terakhir, Singapura telah membangun reputasi sebagai pemain yang tegas namun adil di dunia kripto yang seringkali tidak stabil. Sementara negara-negara lain seperti Dubai atau Uni Eropa telah lebih dulu mengadopsi regulasi stablecoin yang lebih liberal, Singapura kini tengah mempertimbangkan untuk menyusul – atau lebih tepatnya, melangkah lebih maju.
Mengapa Diskusi Ini Muncul?
Stablecoin ibarat tukang bangunan tak terlihat di dunia keuangan digital. Mereka hadir untuk membawa stabilitas di tengah kekacauan. Namun, Singapura sebelumnya menetapkan garis yang jelas: hanya entitas yang berdomisili di Singapura dan memenuhi kriteria ketat – seperti didukung 1:1 oleh dolar Singapura atau aset yang sangat likuid – yang boleh disebut sebagai “dolar Singapura digital”. Yang lain? Dilarang.
Alasannya jelas: MAS tidak ingin ada token yang tidak transparan membahayakan sistem keuangan, apalagi stablecoin asing yang berpotensi bersaing dengan mata uang lokal. Secara teori, logis. Namun, dalam praktiknya, kebijakan ini membuat banyak pemain internasional mengabaikan Singapura. Mengapa harus beroperasi di sini jika tidak bisa berpartisipasi?
Kini, kesadaran itu mulai muncul: mungkin sudah waktunya untuk membuka sedikit pintu.
Tiga Alasan Utama Mengapa Sekarang
Pertama, persaingan tidak pernah tidur. Dubai, London, Uni Eropa – semua telah menyadari bahwa stablecoin adalah kunci bagi masa depan sistem keuangan. Singapura, biasanya cepat dalam berinovasi, bisa tertinggal di sini. Terutama di kawasan Asia, di mana Hong Kong semakin menarik investor dengan pendekatannya yang ramah kripto, tekanan semakin besar.
Kedua, permintaan ada. Perusahaan dan investor di Singapura sudah menggunakan stablecoin asing dalam kegiatan sehari-hari – untuk perdagangan, arbitrase, atau sebagai jaminan dalam protokol DeFi. Penolakan yang ketat tidak hanya akan melemahkan efisiensi ekosistem lokal, tetapi juga mendorong terciptanya “pasar gelap” yang sulit dikontrol. Dan itu tentunya tidak diinginkan siapa pun.
Ketiga, peluang lebih

Bybit Trade crypto on Bybit – low fees

Global, secure and regulated platform.

Open Bybit account →


besar daripada risikonya. Singapura ingin memosisikan dirinya sebagai pusat perdagangan digital – dengan kata kunci “pembiayaan perdagangan digital”. Bayangkan jika stablecoin internasional diterima dengan mulus di sini. Ini seperti turbo untuk perdagangan digital. MAS telah menyadari hal ini dan kini tengah memikirkan bagaimana memanfaatkannya.
Bagaimana Pembukaan Ini Bisa Terwujud?
MAS masih menyempurnakan detailnya, tetapi tiga pendekatan tengah dibahas:
1. “Jika kamu teratur dengan baik, masuklah!”
Stablecoin dari negara-negara dengan regulasi serupa (Uni Eropa, Swiss, Inggris) bisa diakui secara otomatis – asalkan memenuhi standar yang mirip dengan stablecoin Singapura. Didukung penuh, diaudit secara berkala, dan transparan. Adil, bukan?
2. “Masa percobaan untuk pendatang baru”
Penerbit asing baru bisa menjalani semacam “periode percobaan”. MAS akan mengawasi perilaku mereka sebelum memberikan izin permanen. Dengan cara ini, risiko dapat diminimalisir sambil tetap mendorong inovasi.
3. “Kemitraan dengan pihak yang sepemikiran”
Mengapa tidak bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa? Perjanjian dengan Swiss, misalnya, di mana stablecoin seperti dari Sygnum telah diatur, bisa menjadi langkah logis.
Sisi Gelap – Karena Tidak Ada yang Sempurna
Tentu saja, setiap pembukaan juga membawa risiko. Tidak semua stablecoin asing se-stabil dan setransparan yang mereka klaim. Penerimaan tanpa kriteria yang ketat bisa membahayakan sistem keuangan. Selain itu, jika stablecoin lokal tiba-tiba dirugikan, hal itu bisa membuat penerbit berpindah negara. Dan terakhir: lebih banyak kontrol berarti lebih banyak pekerjaan bagi MAS – dan itu perlu dipikirkan matang-matang.
Meski begitu, sebagian besar industri bereaksi positif. “Fleksibilitas adalah kunci untuk menjaga Singapura sebagai pusat keuangan global,” kata seorang analis kripto lokal. Sementara penerbit internasional seperti Circle (USDC) atau Tether (USDT) akan senang jika diakui – karena sejauh ini, mereka hanya terbatas beroperasi di Singapura.
Lalu, Apa Selanjutnya?
MAS menekankan bahwa belum ada keputusan yang final. Dalam beberapa bulan mendatang, akan ada konsultasi dengan industri dan mitra internasional. Jika pembukaan ini terjadi, Singapura berpotensi memiliki aturan baru menjelang akhir 2025.
Bagi investor dan perusahaan, ini berarti Singapura tetap menjadi lokasi yang menarik – meski aturannya akan berubah. Siapa yang proaktif dan mampu beradaptasi, bisa meraih peluang baru. Mungkin inilah saatnya Singapura sekali lagi membuktikan mengapa ia salah satu pusat keuangan terpintar di dunia: melihat tren, menganalisis risiko, dan bertindak pada saat yang tepat.

📰 Baca juga

→ Fairshake PAC Krypto Kurangi Anggaran Iklan dalam Pertarungan di Massachusetts→ Investigasi Inggris Membekukan Aset Sorare Senilai 13,5 Juta Dolar – Sponsor Premier League di Bawah Tuduhan→ Rencana SEC untuk Modernisasi Radikal Aturan Agen Transfer – Blockchain sebagai Solusi?


📢 Bagikan artikel ini

X Facebook WhatsApp Telegram Reddit

💬 Komentar (0)

Belum ada komentar.

📚 Weiterlesen

📖 Crypto regulation🔍 kyc🔍 stablecoin

📰 Ähnliche Artikel

regulation

XRP-ETF: Mengapa Investor Tetap Berinvestasi Meski Mengalami Kerugian Miliaran Dolar

regulation

Ontology Hentikan Transaksi – Tim Keamanan Selidiki Insiden yang Diduga

regulation

SEC Mengungkap Penipuan Besar-besaran oleh Penasihat Investasi – 38 Entitas Didakwa

📱 QR-Code