Sebenarnya, ini adalah taruhan terhadap masa depan. Dana-dana tersebut mencatat token XRP sesuai harga perolehan awal, yang secara akuntansi memang terlihat seperti kerugian, tetapi sejauh ini tidak memiliki dampak keuangan langsung. Harapannya adalah, suatu saat XRP akan bangkit kembali—meski masih terjerat sengketa hukum dengan SEC. Para investor percaya bahwa upaya ini akan membuahkan hasil, meski saat ini terasa menyakitkan.
Yang menarik, arus masuk dana ini sebagian besar berasal dari pasar primer. Artinya, investor inst
itusional membeli saham baru langsung dari penerbit. Bukan perdagangan jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang. Franklin Templeton memimpin daftar ini, diikuti oleh Bitwise dan 21Shares. Grayscale, yang biasanya selalu berada di peringkat teratas, kali ini agak tertinggal—mungkin karena ETF XRP-nya belum terlalu mapan.
Namun, jujur saja: perbedaan mencolok antara nilai buku dan nilai pasar ini memang terasa aneh. Jika XRP tidak naik, dana-dana tersebut harus melakukan penyusutan—dan itu bisa menjadi masalah bagi para investor. Meski begitu, minat terhadap XRP tetap besar. Mungkin karena banyak yang benar-benar percaya pada Ripple. Atau karena mereka berharap penyelesaian akhir sengketa dengan SEC akan mengubah segalanya.
Satu hal yang pasti: selama kepercayaan itu ada, jutaan dolar akan terus mengalir. Pertanyaannya adalah, apakah harapan itu suatu hari akan terwujud. Sampai saat itu, ini tetap menjadi permainan yang menarik, tetapi juga berisiko.
📰 Baca juga
→ Fairshake PAC Krypto Kurangi Anggaran Iklan dalam Pertarungan di Massachusetts→ Investigasi Inggris Membekukan Aset Sorare Senilai 13,5 Juta Dolar – Sponsor Premier League di Bawah Tuduhan→ Rencana SEC untuk Modernisasi Radikal Aturan Agen Transfer – Blockchain sebagai Solusi?