Saya merasa ini sangat menarik. Korea Selatan memang selalu menjadi pusat inovasi aset digital. Meski dihadapkan pada regulasi ketat seperti sistem nama asli atau pembatasan perdagangan sementara, negara ini tetap menjadi pemain utama—menurut Korean Blockchain Association, pada 2023, lebih dari 1,2 triliun dolar AS diperdagangkan di bursa Korea Selatan. Upbit sendiri menguasai sekitar 70% pangsa pasar. Siapa pun yang berhasil masuk di sini tidak hanya mendapatkan akses ke jutaan pengguna, tetapi juga ke pasar yang terus berkembang.
Mengapa Stablecoin?
Karena stablecoin adalah jembatan antara dunia kripto yang liar dengan stabilitas keuangan konvensional. Ide Visa sangat jelas: mengapa harus mengandalkan bank yang lambat atau biaya mahal untuk transfer internasional, jika kita bisa membayar dalam hitungan detik menggunakan stablecoin? Korea Selatan adalah pasar uji yang sempurna—sebuah negara dengan penerimaan kripto tinggi, tetapi juga membutuhkan infrastruktur yang mendukung solusi ini.
Cuy Sheffield dari Visa menegaskan, "Kami ingin menunjukkan kepada mitra dan pelanggan bahwa teknologi blockchain dan stabilitas tidak harus saling bertentangan." Dan Lee Seok-woo, CEO Upbit, menambahkan: "Ini adalah langkah menuju masa depan di mana kripto tidak hanya untuk investasi, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari."
Tantangan yang Masih Ada
Tentu saja, hambatan masih ada—terutama soal regulasi. Fina
ncial Services Commission Korea Selatan tetap berhati-hati, meskipun dalam beberapa tahun terakhir sedikit lebih longgar. Baru pada 2023, undang-undang perlindungan pengguna aset virtual (Virtual Asset User Protection Act) diberlakukan untuk melindungi investor. Tapi justru itu yang menunjukkan: jika raksasa seperti Visa berinvestasi di sini, itu bisa menjadi sinyal kepercayaan bagi perusahaan dan otoritas lain.
Para ahli seperti Kim Hyoung-joon dari Hana Labs melihat potensi besar, tetapi juga mengingatkan akan ekspektasi yang terlalu tinggi. "Hambatan teknis dan hukum masih besar. Mungkin butuh bertahun-tahun sampai solusi ini benar-benar bisa diterapkan secara luas."
Peran Upbit: Dari Unicorn Lokal Menjadi Pemain Global
Bagi Upbit, kemitraan dengan Visa adalah batu loncatan penting. Perusahaan yang didirikan pada 2017 sebagai pendatang baru di Korea Selatan kini menjadi salah satu bursa terbesar di dunia. Dengan jaringan Visa, pertumbuhannya bisa semakin cepat—tidak hanya di Asia, tetapi mungkin juga di Eropa atau Amerika Serikat.
Lee Seok-woo yakin: "Ini membuka pintu menuju pengalaman tanpa hambatan—dari investasi kripto hingga transaksi sehari-hari."
Dan Selanjutnya?
Jika proyek percontohan di Korea Selatan berhasil, Visa berpotensi meluncurkan kemitraan serupa di pasar Asia lainnya. Singapura, Thailand, mungkin bahkan China—di mana pun kripto diterima dengan baik. Secara jangka panjang, ini bisa berarti stablecoin suatu hari nanti akan seumum pembayaran kartu kredit saat ini.
Cuy Sheffield dari Visa menyimpulkan: "Jika kami bisa membuat stablecoin semudah pembayaran kartu hari ini, itu akan menjadi perubahan besar."
Ya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan—secara teknis, hukum, dan budaya. Tapi jika melihat seberapa cepat pasar kripto Korea Selatan berkembang, saya yakin ini bukan sesuatu yang mustahil.
📰 Baca juga
→ Pengguna Kraken Diblokir Sementara: Transaksi Besar dengan Kripto yang Disanksi→ Stablecoin Kehilangan Cadangan – Binance Menguasai 68,5% Likuiditas Bursa→ Mirae Asset Berencana Membangun Kerajaan Aset Digital Bernilai 109 Miliar Dolar