← Backmarkets

Regulasi AS: Akankah Stablecoin Asing Punah?

Team Coinnachrichten··📖 3 min read·Regulasi ASStablecoinRUU GENIUSStablecoin lepas pantaimata uang digitalKepulauan CaymanSeychellesCoinbase
Regulasi AS: Akankah Stablecoin Asing Punah?
Pemerintah AS tengah mengambil langkah tegas – dan langkah ini cukup signifikan. Melalui RUU GENIUS yang direncanakan, praktik stablecoin asing bagi warga AS dapat segera berakhir pada 18 Juli 2028. Namun, apa sebenarnya dampaknya bagi kita? Siapa yang akan merasakan pukulan keras akibat kebijakan ini?
Otoritas Keuangan AS, Departemen Keuangan (Treasury), baru-baru ini menerbitkan rancangan Undang-Undang GENIUS (Guaranteeing Enforceable National Innovation for Stablecoins Act of 2024), dan isinya tak main-main. Terutama stablecoin offshore—mata uang digital yang diterbitkan di luar negeri seperti Kepulauan Cayman atau Seychelles—diharapkan tak lagi memiliki tempat di AS mulai 2028. Lantas, apa artinya bagi pengguna?
Platform perdagangan AS seperti Coinbase atau Kraken tak lagi boleh mencantumkan token ini. Bagi pengguna yang mengandalkan bursa terpusat, ini berarti pilihan semakin terbatas. Meskipun transaksi di blockchain terdesentralisasi (seperti Uniswap) masih bisa dilakukan, akses ke likuiditas pasar utama akan sangat terbatas.
Mengapa Regulasi Ini Begitu Cepat?
Alasan di balik dorongan regulasi ini sudah tidak asing lagi: pencucian uang, pendanaan terorisme, dan manipulasi pasar. Stablecoin memang praktis, tetapi banyak token ini diterbitkan di luar AS—dan hal ini memicu alarm bagi para regulator. Kekhawatiran terbesar adalah stablecoin tak terawasi dapat memfasilitasi aktivitas ilegal. Selain itu, AS ingin memiliki kendali lebih besar atas sistem pembayaran digital.
Namun, RUU GENIUS tak berhenti di sana. Ia bertujuan menciptakan sistem peraturan baru bagi seluruh stablecoin yang digunakan sebagai alat pembayaran di AS. Hanya stablecoin yang memenuhi persyaratan ketat—termasuk lisensi resmi dan audit berkala—yang diizinkan beroperasi di negeri ini.
Akankah Stablecoin Asing Punah?
Stablecoin asing seperti Tether (USDT) atau USDC, yang banyak digunakan secara global namun beroperasi dari yurisdiksi pajak rendah (seperti "su

Bybit Trade crypto on Bybit – low fees

Global, secure and regulated platform.

Open Bybit account →


rga pajak"), bisa menjadi korban utama pada 2028. Tanpa lisensi AS, akses mereka ke bursa Amerika Serikat akan tertutup.
Dampaknya akan sangat luas:
- Bursa harus beradaptasi: Platform AS seperti Coinbase atau Kraken harus membersihkan daftar stablecoin mereka.
- Likuiditas berkurang: Warga AS tetap bisa bertransaksi di platform terdesentralisasi, namun akses ke pasar likuid akan sangat terbatas.
- Inovasi terhambat: Siapa pun yang berencana meluncurkan stablecoin baru di luar AS kini harus mempertimbangkan apakah pasar AS masih layak dimasuki.
Protes dan Penolakan
Tidak semua pihak di industri kripto menyambut baik RUU ini. Banyak yang memperingatkan akan terjadinya overregulasi yang justru membunuh inovasi dalam sistem pembayaran. Salah satu kritik utama: RUU ini tidak membedakan antara stablecoin pembayaran sejati dengan token lainnya—termasuk algoritmik stablecoin yang seharusnya dikelompokkan berbeda.
Waktu implementasi pun menuai kontroversi. Mengapa baru efektif pada 2028? Beberapa pihak berpendapat perlunya pendekatan bertahap untuk menghindari gejolak pasar. Namun apakah argumen ini cukup meyakinkan, belum pasti.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Saat ini, RUU GENIUS masih dalam tahap rancangan. Masyarakat memiliki waktu hingga Juli 2024 untuk memberikan masukan sebelum undang-undang disahkan. Jika disahkan, bagaimana reaksi dunia kripto?
Satu hal yang pasti: AS kini menarik kendalinya lebih ketat—dan langkah ini bisa menimbulkan efek domino. Negara lain mungkin akan mengikuti dengan regulasi serupa. Bagi investor dan perusahaan, ini saatnya untuk bersiap. Siapa yang mengandalkan stablecoin offshore sebaiknya mencari alternatif, sebelum akses mereka tertutup.
Bulan-bulan mendatang akan menentukan apakah RUU GENIUS benar-benar memberikan keamanan atau justru menyebabkan AS kehilangan lebih banyak aktivitas kripto. Yang jelas, pertempuran untuk menguasai mata uang digital telah memasuki babak baru—dan ini akan sangat menarik.

📰 Baca juga

→ BounceBit Beralih ke BNB Chain setelah Peretasan, Infrastruktur Lama Dihentikan→ XRP Mencapai Level Tertinggi dalam Tujuh Bulan – Analis Memperingatkan tentang Kemungkinan Koreksi→ Solana Mendekati Angka $100 – Bisakah SOL Naik Lagi 20%?


📢 Bagikan artikel ini

X Facebook WhatsApp Telegram Reddit

💬 Komentar (0)

Belum ada komentar.

📰 Ähnliche Artikel

markets

BounceBit Beralih ke BNB Chain setelah Peretasan, Infrastruktur Lama Dihentikan

markets

XRP Mencapai Level Tertinggi dalam Tujuh Bulan – Analis Memperingatkan tentang Kemungkinan Koreksi

markets

Solana Mendekati Angka $100 – Bisakah SOL Naik Lagi 20%?

📱 QR-Code