---
USDT Hilang dari Eropa – tetapi Secara Global, Segalanya Tetap Sama
Sejak 30 Juni 2024, ketika MiCA resmi diberlakukan, Stablecoin seperti USDT harus mematuhi sejumlah aturan ketat:
- Transparansi wajib – Penerbit harus membuktikan bahwa cadangan dana mereka benar-benar ada.
- Pembatasan perdagangan Stablecoin non-Euro – hanya boleh diperdagangkan hingga maksimal 1 juta euro per pengguna per hari.
- Hanya penyedia yang terdaftar yang boleh menawarkan Stablecoin di Uni Eropa.
Tidak mengherankan jika bursa besar Eropa seperti Bitpanda, Kraken, atau versi EU Binance menarik USDT dari daftar mereka. Sebagai gantinya, mereka beralih ke alternatif seperti EURC (Circle), USDC (Circle), atau EURT (versi Tether yang sesuai MiCA).
Namun, di sini letak masalahnya: meskipun EU menghapus USDT, permintaannya tetap tinggi. Di platform perdagangan di AS, Asia, atau Amerika Latin, USDT tetap menjadi pilihan utama. Mengapa? Karena banyak pedagang dan investor institusional menganggapnya sebagai Stablecoin paling likuid dan tersebar luas—terlepas dari regulasi Eropa.
---
Mengapa Tether Bertahan Meski Kritik
Meskipun Tether Ltd., perusahaan di belakang USDT, telah berupaya menjadi lebih transparan dengan audit rutin, keraguan tentang kecukupan cadangan dana mereka tetap ada. Namun, USDT tetap mendominasi pasar Stablecoin:
- Menguasai hampir 65% pangsa pasar Stablecoin (berdasarkan volume perdagangan).
- Volume perdagangan harian lebih dari 100 miliar USD dalam perdagangan spot dan derivatif crypto.
- Sangat populer di negara-negara berkembang, tempat alternatif terdaftar sulit diakses.
Seperti yang dik
atakan Noelle Acheson, penulis Crypto Is Macro Now: "MiCA dapat membatasi ketersediaan USDT di Eropa, tetapi tidak dapat menghentikan permintaan global. Selama Tether diizinkan diperdagangkan di negara-negara lain seperti Dubai, Singapura, atau Kepulauan Cayman, dunia akan terus menggunakan USDT."
---
Apa Artinya Ini bagi Eropa? Lebih Sedikit USDT, Lebih Banyak Alternatif – dengan Pertanyaan Besar
Bagi pedagang dan perusahaan Eropa, sekarang sulit untuk menggunakan USDT. Mereka perlu beralih ke Stablecoin yang sesuai dengan MiCA. Berikut pilihan terbaik saat ini:
1. USDC (Circle) – Terdaftar penuh, dijamin 1:1 dengan USD, dan diakui EU sebagai pilihan tepercaya.
2. EURC (Circle) – Stablecoin berbasis euro yang langsung terikat ke mata uang Eropa.
3. EURT (versi Tether yang sesuai MiCA) – Tether juga menawarkan versi euro yang memenuhi syarat MiCA.
4. PYUSD (PayPal) – Stablecoin dari PayPal yang berpotensi memiliki peran lebih besar di masa depan.
Namun, pertanyaan besar tetap ada: Bisakah alternatif ini menyaingi likuiditas dan kedalaman pasar USDT? USDC, yang saat ini menjadi Stablecoin terbesar kedua, memiliki keunggulan dalam regulasi, tetapi volumenya jauh lebih rendah. Selain itu, ada krisis kepercayaan pada 2023 ketika Circle tidak dapat memenuhi pencairan penuh karena kebangkrutan Silicon Valley Bank.
---
Kesimpulan: Eropa Mengatur – Sementara Dunia Tetap Berjalan
MiCA telah mengubah pasar Stablecoin Eropa: pasar menjadi lebih terfragmentasi, USDT kehilangan pangsa, dan pedagang harus mencari alternatif. Namun, secara global? Hampir tidak ada perubahan yang terlihat.
Bagi investor Eropa, ini berarti:
Lebih aman dengan Stablecoin yang sesuai MiCA,
Kurang likuiditas dan spread lebih tinggi untuk USDT,
Ketergantungan pada alternatif yang stabilitasnya belum teruji sepenuhnya.
Pertanyaan besarnya: Dapatkah Eropa benar-benar memengaruhi pasar Stablecoin global? Saat ini, jawabannya tampaknya tidak. Selama negara-negara seperti AS, Asia, atau wilayah bebas pajak terus memperbolehkan perdagangan USDT, Tether akan tetap menjadi pemimpin pasar yang tak terbantahkan—entah Eropa menyukainya atau tidak.
📰 Baca juga
→ ENA-Token Melonjak 48% – Altcoin Season Belum Tiba→ Perusahaan Krypto yang Terdaftar di Nasdaq Beralih ke AI alih-alih Ethereum – Investor Tetap Skeptis→ Cepat, Aman, Fleksibel: Apakah Setoran dengan Kripto atau Kartu Lebih Cocok untuk Kasino Online?