← Backbitcoin

Bitcoin Melonjak 25% – Mengapa Kementerian Keuangan AS 'Bermain Curang' dan Mengguncang Pasar

Team Coinnachrichten··📖 4 min read·Kementerian KeuanganBitcoinPembelian Kembali Obligasi NegaraHarga BitcoinPasarKementerian Keuangan ASObligasi NegaraPelonggaran Kuantitatif
Bitcoin Melonjak 25% – Mengapa Kementerian Keuangan AS 'Bermain Curang' dan Mengguncang Pasar📈 Bitcoin (BTC) Lihat harga
Siapa yang menyangka bahwa justru intervensi birokratis dari Kementerian Keuangan AS (US Treasury) yang benar-benar memicu lonjakan harga Bitcoin? Dalam hitungan hari, harga Bitcoin melonjak dari sekitar $60.000 menjadi hampir $80.000 — sebuah kenaikan spektakuler sebesar 25%. Lebih mengejutkan lagi, ini bukanlah hasil hype dari tweet Elon Musk, bukan juga karena lonjakan adopsi instan. Melainkan pergeseran kecil namun cerdik dalam strategi pembelian kembali (buyback) obligasi negara (Treasury).
Terdengar membosankan? Jangan salah. Langkah sederhana ini telah memicu efek domino yang membuat para skeptis Bitcoin paling keras pun terpana.
Rahasia di Balik Buyback: Bagaimana Intervensi yang Tak Terlihat Mengacaukan Pasar
Buyback obligasi negara, yaitu pembelian kembali surat utang pemerintah oleh Kementerian Keuangan, biasanya dianggap sebagai aktivitas yang kering dan tidak menarik. Tidak seheboh langkah Federal Reserve (The Fed) dengan kebijakan pelonggaran kuantitatifnya (quantitative easing). Namun, disinilah letak kejeniusannya: buyback ternyata berfungsi seperti tuas tak terlihat yang mengacaukan pasar tanpa The Fed perlu menggerakkan jari pun.
Ketika Kementerian Keuangan mengubah strategi buyback untuk menstabilkan pasar, terjadi hal yang tak terduga: imbal hasil (yield) obligasi negara AS tenor 10 tahun yang sebelumnya melonjak ke level tertinggi, tiba-tiba turun. Dan ini menjadi semacam "pistol starter" bagi Bitcoin. Mengapa? Karena investor mencari alternatif yang lebih menguntungkan. Ketika aset aman seperti obligasi negara memberikan imbal hasil yang lebih rendah, dana mengalir ke instrumen yang lebih berisiko — dan Bitcoin ada di urutan terdepan dalam daftar itu.
“Ini bukan kebetulan, melainkan strategi yang disengaja,” kata Markus Veith, analis krypto di Blockchain Research. “Kementerian Keuangan secara tidak langsung meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko.” Dan strategi itu berhasil.
Short Squeeze: Ketika Para Bear Berlari Ketakutan
Namun ada faktor kedua yang bahkan lebih kuat: terjadinya short squeeze besar-besaran. Selama berminggu-minggu, para pedagang telah memasang taruhan bahwa harga Bitcoin akan turun — mengingat Bitcoin gagal menembus level $70.000 secara berkelanjutan. Namun ketika pasar tiba-tiba berbalik arah, semua posisi short itu terpaksa dilikuidasi. Dan ini mendorong harga semakin melonjak.
“Sua

Bybit Trade crypto on Bybit – low fees

Global, secure and regulated platform.

Open Bybit account →


sana pasar sangat negatif, hampir histeris,” ungkap Veith. “Ketika Treasury Buyback menekan imbal hasil dan Bitcoin tiba-tiba melesat, tidak ada yang bisa menghentikannya.” Likuidasi massal ini begitu besar sehingga bahkan memecahkan rekor tahun 2021, saat short squeeze serupa mendorong Bitcoin naik lebih dari 20% dalam hitungan jam.
Permainan Kekuasaan Baru: Siapa Sebenarnya yang Mengendalikan Pasar?
Di sinilah ceritanya menjadi menarik — dan sedikit mengkhawatirkan. Ketika Kementerian Keuangan memengaruhi kondisi pasar melalui buyback tanpa campur tangan The Fed, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk kebijakan moneter terselubung. “Ini menimbulkan pertanyaan besar,” kata Clara Bauer, ekonom di Frankfurt School of Finance. “Jika Kementerian Keuangan secara tidak langsung menekan suku bunga dan mendorong pasar berisiko, hal ini bisa melemahkan kredibilitas The Fed dalam jangka panjang.”
Hingga saat ini, The Fed belum merespons secara resmi. Namun jelas: seseorang sedang mengawasi perkembangan ini dengan sangat saksama. Pasalnya, ketergantungan yang terlalu besar pada Treasury Buyback bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan — mulai dari pembentukan gelembung di pasar berisiko hingga distorsi indikator ekonomi riil.
Apa Artinya Ini bagi Investor Bitcoin?
Bagi para penggemar Bitcoin, ini tentu kabar baik. Pasar sekali lagi menunjukkan betapa sensitifnya ia terhadap intervensi makroekonomi. Namun, ini juga menjadi pengingat betapa cepatnya sentimen pasar di dunia kripto bisa berubah — bahkan ketika faktor fundamental seperti regulasi atau adopsi massal belum sepenuhnya teratasi.
Namun hati-hati: jika kenaikan harga akibat Treasury Buyback hanya efek api unggun jangka pendek, lonjakan ini bisa menghilang secepat ia datang. “Investor tidak boleh terlena oleh pergerakan semacam ini,” peringatkan Veith. “Fundamental Bitcoin tidak berubah dalam semalam. Ini lebih merupakan efek teknis daripada perubahan struktural.”
Meski begitu, satu pertanyaan tetap menggelitik: Akankah di masa depan kita melihat lebih banyak "aksi rahasia" semacam ini yang mengacaukan pasar kripto? Dan jika ya — apa implikasinya bagi masa depan Bitcoin?
Yang pasti, pasar kripto sudah tak lagi sekadar ceruk kecil. Dan jika Kementerian Keuangan saja bisa memengaruhinya dengan satu sentuhan pena, maka Bitcoin telah resmi masuk ke dalam arsitektur keuangan global.

📰 Baca juga

→ Bitcoin dan Ether Melonjak: Pasar Kripto Alami Ledakan setelah Short-Squeeze Bersejarah→ Bitcoin Pulih dengan Signifikan: Lonjakan 23% Setelah Shorts Rp4 Triliun Dilikuidasi→ Rally Bitcoin Bisa Membebaskan 1.500 BTC Jaminan Kredit Riot Platforms


📢 Bagikan artikel ini

X Facebook WhatsApp Telegram Reddit

💬 Komentar (0)

Belum ada komentar.

📰 Ähnliche Artikel

bitcoin

Bitcoin Pulih dengan Signifikan: Lonjakan 23% Setelah Shorts Rp4 Triliun Dilikuidasi

bitcoin

Rally Bitcoin Bisa Membebaskan 1.500 BTC Jaminan Kredit Riot Platforms

bitcoin

Bitcoin Mendekati Angka 80.000 Dolar – Permintaan ETF Menurun Jelang Akhir Pekan

📱 QR-Code