Saya melihat ini sebagai langkah yang tepat—akhirnya pemerintah AS tidak hanya berdiskusi, tetapi juga mengambil tindakan konkret. Tujuan utamanya adalah mencegah investor terjebak dalam proyek yang tidak transparan, meskipun secara teknis berfungsi. Siapa yang tidak ingat dengan kegagalan TerraUSD (UST) atau kontroversi seputar Tether? Transparansi memang sangat dibutuhkan dalam industri ini.
Apa Itu GENIUS?
Draf peraturan Treasury menetapkan bahwa bursa AS harus memastikan stablecoin asing yang mereka daftarkan memenuhi standar risiko dan kepatuhan tertentu. Berikut adalah beberapa kriteria utamanya:
- Pengawasan Regulatori: Emiten harus membuktikan bahwa mereka telah diatur di negara asal dan memiliki landasan hukum yang jelas untuk stablecoin mereka.
- Penilaian Risiko: Bursa harus menganalisis mekanisme stabilisasi stablecoin, termasuk cadangan yang mendukungnya dan likuiditas aset yang mendasarinya.
- Kewajiban Transparansi: Emiten wajib menyediakan audit independen secara berkala untuk membuktikan kecukupan cadangan.
- Kepatuhan terhadap Hukum AS: Stablecoin tidak boleh melanggar sanksi AS atau peraturan anti-pencucian uang.
Bursa yang tidak mematuhi aturan ini berisiko menghapus stablecoin terkait dari platform mereka. Meskipun saat ini masih berupa draf, pihak Treasury menunjukkan niat untuk segera menerapkan peraturan ini dalam waktu dekat.
Mengapa Sekarang? Latar Belakang Aturan Baru
Inisiatif Treasury ini tidak muncul begitu saja. Dalam beberapa tahun terakhir, stablecoin asing seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan DAI telah menjadi komponen penting dalam pasar kripto global. USDT, sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, banyak diterbitkan oleh emiten non-AS tanpa pengawasan yang jelas.
Pihak berwenang AS telah lama menyuarakan kekhawatiran bahwa beberapa stablecoin ini tidak memiliki cadangan yang memadai atau menjalankan model bisnis yang tidak transparan. Contoh nyatanya adalah kegagalan TerraUSD (UST) pada 2022 akibat mekanis
me stabilisasi algoritmik yang tidak berhasil, menyebabkan kerugian miliaran dolar. Tether juga pernah dikritik karena cadangannya tidak selalu cukup untuk menutupi jumlah USDT yang beredar.
Melalui GENIUS, Treasury berupaya memastikan investor AS tidak terjebak dalam stablecoin yang tidak transparan atau berisiko. Selain itu, aturan ini juga bisa menjadi langkah menuju regulasi pasar stablecoin yang lebih menyeluruh—topik yang telah lama diperdebatkan. Secara pribadi, saya penasaran apakah langkah ini benar-benar akan meningkatkan keamanan, atau malah hanya menguntungkan pemain besar seperti Circle.
Reaksi dari Industri Kripto
Respons terhadap proposal ini sangat beragam. Sementara sebagian menyambut baik peningkatan transparansi, ada juga yang khawatir bahwa aturan baru ini justru akan menghambat inovasi dan melemahkan daya saing bursa AS secara global.
- Pendukung: Investor institusional dan bursa terregulasi seperti Coinbase atau Kraken mendukung standar yang lebih ketat karena dapat meningkatkan integritas pasar dan mengurangi risiko penipuan.
- Pengkritik: Beberapa perusahaan kripto berpendapat bahwa aturan ini terlalu birokratis dan dapat merugikan emiten asing—terutama dari negara dengan regulasi yang lebih longgar. Selain itu, penghapusan stablecoin populer dari bursa AS berpotensi menimbulkan distorsi pasar jika investor AS kehilangan akses.
- Emiten Stablecoin: Perusahaan seperti Circle (USDC) atau Tether harus menyesuaikan model bisnis mereka untuk memenuhi persyaratan baru. Meskipun USDC sudah terregulasi dan rutin melakukan audit, Tether mungkin menghadapi tantangan akibat masalah transparansi di masa lalu.
Saya bertanya-tanya bagaimana komunitas akan menyikapi ini. Meskipun pengawasan yang lebih ketat tentunya baik, ada kekhawatiran bahwa proyek-proyek kecil akan terpinggirkan. Ini akan menjadi kerugian besar.
Masa Depan GENIUS: Apa yang Menanti?
Draf GENIUS saat ini sedang dalam tahap publikasi untuk mendapatkan masukan. Pihak yang berkepentingan dapat mengajukan tanggapan hingga 19 Oktober 2023 sebelum peraturan ini disahkan. Kemungkinan akan ada penyesuaian selama periode ini, mengingat Treasury ingin mempertimbangkan umpan balik dari industri.
Jika draf saat ini disahkan, bursa AS mungkin diharuskan meninjau ulang daftar stablecoin mereka mulai 2024. Bagi investor, ini berarti:
- Pilihan stablecoin yang lebih teratur: Bursa AS kemungkinan hanya akan mencantumkan stablecoin yang terbukti aman dan transparan.
- Pembersihan pasar: Stablecoin yang kurang teratur atau tidak transparan bisa hilang dari pasar AS.
- Biaya kepatuhan yang lebih tinggi: Bursa dan emiten harus mengalokasikan dana untuk audit dan pemeriksaan regulasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya bagi investor.
📰 Baca juga
→ Legalisasi Kripto Rusia: 46 Miliar Dollar Volume dalam Setahun→ Legalisasi Kripto Rusia Dapat Mengarahkan Miliaran ke Bursa Terdaftar→ Cronos Jaringan Dihentikan setelah Peretasan Tectonic – Kerugian Diperkirakan 75 Juta Dolar